Rabu, 10 Juni 2009

Komunisme Sejati

IDEOLOGI KOMUNISME
Artikel
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Intelektual
yang Di Bimbing Oleh Bapak Najib Jauhari, M.Hum

Oleh:
Ika Rahmatika Chalimi
(107261407217)
Off B



Pendidikan Sejarah
Jurusan Sejarah
Fakultas Sastra
Universitas Negeri Malang
Maret 2009
ABSTRAK
Kata Kunci: Ideologi, Komunisme, Hak milik pribadi
Ideologi merupakan kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup di antara manusia terutama kaum muda, khususnya di antara cendekiawan atau intelektual dalam suatu masyarakat. Komunisme muncul ketika adanya kelas- kelas dalam masyarakat serta adanya hak milik. Hal ini dikemukakan oleh tokoh- tokoh penganut ideologi komunisme yaitu Marx, Engels, Lenin, Stalin, Trotsky dan Mao Tse Tung. Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan, dimana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi. Komunisme menafsirkan sejarah berdasarkan pertarungan kelas factor ekonomi. Komunisme merupakan pemecahan terhadap teka- teki sejarah dan komunisme sadar akan perannya itu. Rusia, merupakan pusat kegiatan pembaruan untuk menegakkan Negara yang berdasarkan paham Komunis setelah meletusnya revolusi Bolshevik pada tahun 1917.














PENDAHULUAN
Ideologi merupakan kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup di antara manusia terutama kaum muda, khususnya di antara cendekiawan atau intelektual dalam suatu masyarakat. Ideologi juga merupakan mhytos yang meliputi doktrin politik (political doctrin) dan formula politik (political formula). Cirri dari suatu ideologi adalah cita- cita yang dalam dan luas, bersifat jangka panjang, bahkan dalam hal dasar bersifat universal. Ideologi, bagi pengikutnya, akan mnjadi keyakinan yang membuat mereka tidak goyah terhadap prinsip yang diyakini serta diperjuangkan secara teguh.
Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19 setelah revolusi tahun 1830 di Perancis yang merupakan suatu gerakan revolusi yang menghendaki perubahan pemerintahan yang bersifat parlementer dan dihapuskannya raja. Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan, dimana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi. Prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, dan karenanya komunisme juga disebut anti liberalisme.
Istilah komunisme awalnya mengandung dua pengertian. Pertama, ada hubungannya dengan commune, suatu satuan dasar bagi wilayah Negara yang berpemerintahan sendiri, dengan Negara itu sendiri sebagai federasi. Kedua, dari istilah komunisme menunjukkan kepemilikan bersama. Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata. Komunisme menafsirkan sejarah berdasarkan pertarungan kelas factor ekonomi. Karl Marx dan Frederich Engels adalah tokoh utamanya dalam mengembangkan paham ini. Komunisme merupakan pemecahan terhadap teka- teki sejarah dan komunisme sadar akan perannya itu.


PEMBAHASAN
A. Sejarah ( Latar Belakang Personal dan Kultural ) Kemunculan Ideologi Komunisme
Gagasan tentang suatu masyarakat tanpa kelas yang sepenuhnya egaliter pertama kali muncul pada masa Yunani Klasik. Yunani Kuno secara kebetulan merupakan Negara pertama di dunia yang mengenal kepemilikan pribadi atas tanah dan memperlakukan tanah tersebut sebagai sebuah komoditas. Demikianlah, mereka menjadi masyarakat pertama yang menghadapi ketidakadilan sosial yang disebabkan oleh kepemilikan. Gagasan ideal tentang kepemilikan juga terdapat pada rumusan teoritis dalam karya- karya Plato. Dalam Republika, Plato melihat bahwa akar dari perselisihan dan peperangan adalah hak milik.
Ketika Marx mulai menyerukan model sosialismenya, keadaan di Eropa sedang terjadi eksploitasi kaum Borjuis (kapital) kapada para buruh (proletar). Ia menjadi seorang yang revolusioner dengan gagasan dan gerakannya untuk melkukan perubahan berdasarkan suatu ideology baru, yakni Komunisme. Istilah ini kemudian dipergunakan bagi golongan sosialis yang lebih militan. Marx dan Engels menggunakan istilah dari hasil karya mereka dengan sebutan manifesto komunis, ini untuk memberikan pengertian yang revolusioner sambil memperlihatkan kemauan untuk bersama, bersama dalam hak milik dan bersama dalam hal menikmati sesuatu. Sebuah pendekatan yang digunakan oleh Marx dan Engels pada sifat ideologis yang pada akhirnya membangun masyarakat komunis, sebuah masyarakat sama rasa sama rata (unclesses).
Masyarakat komunisme yang digambarkan oleh Marx adalah suatu komunis yang tidak berkelas, tenteram, tenang, manusia dengan disiplin diri, lepas dari perlu tidaknya kerja dipandang dari segi keuntungan serta kepentingan diri. Marx tampaknya mengendalikan komunisme sebagai cara pemecahan masalah alienasi manusia yang diciptakan oleh kapitalisme, ia mendefinisikan komunisme tanpa mengacu pada kebencian dan perang saudara. “Komunisme merupakan penghapusan yang pasti akan milik pribadi, alienasi diri manusia dan karena itu merupakan pemberian yang nyata dari hakikat kemanusiaan oleh dan untuk manusia. Komunisme sebagai naturalisme yang telah berkembang secara sempurna merupakan humanisme dan sebagai humanisme yang sempurna merupakan naturalisme.
Rusia, merupakan pusat kegiatan pembaruan untuk menegakkan Negara yang berdasarkan paham Komunis setelah meletusnya revolusi Bolshevik pada tahun 1917. Pada tahun 1919 didirikan Third International atau yang dikenal dengan Internasional Komunis. Sebelumnya, pada tahun 1898 talah berdiri Social Democracy Party yang membuka cakrawala berpikir bagi para penulis Rusia. Sejak saat itu, komunis mulai berkembang dan pada akhirnya akan diterapkan serta dipraktekkan..

B. Prinsip- Prinsip Ideologi Komunisme
Pertama, yang dimaksud ideologi komunisme ialah sistem politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan berdasarkan ajaran Marxisme- Leninisme. Cita- cita perjuangannya adalah sama rata- sama rasa.
Kedua, ideologi komunisme, khususnya pemikiran pemikiran Marx, memiliki daya pesona yang memberikan ekspresi harapan. Filsafat Marx telah menyadarkan janji penyelamatan sosial.
Ketiga, orang- orang penganut komunis percaya kepada historical materialis sebab religion is the opium of people, dimana agama tidak menjadikan manusia menjadi dirinya sendiri, melainkan menjadi sesuatu yang berada di luar dirinya sehingga dijadikan sebagai alat kekuasaan. Agama adalah produk dari perbedaan kelas, selama perbedaan kelas ada maka agama akan tetap ada.
Keempat, cara mencapai tujuan dengan radikal, revolusioner dan perjuangan kelas. Konflik kelas demikian penting dalam upaya melakukan perubahan sosial secara keseluruhan.
Kelima, pengendalian segala kebijakan berada di tangan Polit Biro. Kebijakan ekonomi dilakukan secara tersentral (central economic system) dengan manajemen secara diktator (dictatorial management).
C. Tokoh- Tokoh yang Menjadi Penganut Ideologi Komunisme
a. Karl Marx (1818-1883)
Lahir di Trier (Treves) Jerman dari keluarga kelas menengah etnis Yahudi beragama Protestan. Ia mengkaji secara serius mengenai sejarah, ilmu hukum serta filsafat di Bonn ( mendalami filsafat Hegel yang digunakan untuk melakukan kritik terhadap system politik di wilayah Jerman ), Berlin dan Jenna dimana ia mendapat gelar Doktor dalam bidang filsafat pada tahun 1841. Masa muda Marx sangat terkenal dengan filsafatnya mengenai alienasi manusia. Cirri khas pemikirannya yang menonjol menyangkut konsep dialektika materialism (dialectical materialism), teori nilai lebih (surplus value), dan perjuangan kelas (struggle class). Karya- karyanya meliputi Communist Manifesto (1848), Critique of Political Economy (1767), dan Das Capital (1767). Communist Manifesto menjadi pedoman pengikut paham komunis. Bagi Marx, penghapusan kejahatan Kapitalisme dan hubungan kerja yang eksploitatif serta perebutan kekuatan produksi. Marx melukiskan hubungan antara kondisi material dan kehidupan masyarakat dengan idenya yang dikemukakan “ bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaannya, akan tetapi sebaliknya keberadaan sosial manusia itulah yang menentukan kesadarannya.” Analisis Marx yang terpenting adalah materi atau ekonomi menentukan perkembangan dan perubahan sejarah melalui revolusi perjuangan kelas kaum buruh. Negara diktator Proletariat merupakan fase dari stategi perjuangan kelas ploretar jangka panjang yakni penghapusan Negara (withering away of state) dan pembentukan masyarakat tanpa kelas (classes society).

b. Friedrich Engels (1820-1895)
Lahir pada tahun 1820, anak dari seorang pengusaha tekstil yang kaya di Manchester Inggris. Lama mengalami masa membujang, tidak menikah, namun di masa akhir hayatnya hidup dengan seorang pekerja perempuan, Mary Burns. Engels merupakan sahabat Marx sekaligus orang yang banyak membantu kehidupan Marx. Engels tidak hanya memberikan bantuan materi kepada Marx, lebih dari itu juga memberikan sumbangan berupa artikel dan bahan- bahan bersifat empiris tentang buruh dan perekonomian yang diakibatkan oleh system kapitalis dan liberalis yang diberlakukan dalam kehidupan politik kenegaraan. Karya- karyanya antara lain Introduction to Dialectics of Nature (1934). Engels pernah mengemukakan bahwa bila kelas sosial telah tidak ada lagi, maka kekuasaan politik pun akan lenyap.
c. Vladimir Ilivh Ulyanov atau Lenin (1870-1924)
Lahir pada tahun 1870 di Simbirsk, Uni Soviet, anak dari keluarga pegawai pemerintahan. Lenin mampu menjabarkan komunisme dalam praktek nyata. Ia juga seorang yang pandai berpidato, memiliki banyak buku dan brosur. Lenin selalu menganggap dirinya sebagai pengikut setia Marx. Ia memperkenalkan pendekatan baru dalam perjuangan kelas, strategi organisasi komunis yang hakikatnya menjadi berbeda. Dengan cara itu, lahirlah konsep Marxisme- Leninisme, konsep yang mengkombinasikan beberapa pemikran Marx yang orisinal dengan berbagai formulasinya yang disusun Lenin. Lenin juga memiliki visi mengenai pentingnya melakukan revolusi komunisme pada wilayah terbelakang guna perimbangan dunia menghadapi ancaman kapitalisme. Sumbangan pemikiran Lenin yang diterima oleh semua orang komunis, kediktatoran proletariat hanya mungkin melalui kediktatoran Partai Komunis. Konsep Lenin mengenai dictator mengandung arti yang bersifat politik yakni dictator komunis atas kaum proletariat. Gagasan Ekonomi Baru (New Economy Policy) adalah gagasan Lenin yang memperkenalkan pemilikan perorangan secara terbatas. Karyanya adalah What is to Be Done (1902), konsep yang menjelaskan mengenai kaum revolusioner yang profesional.
d. Joseph Stalin (1879-1954)
Stalin, tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga miskin sehingga ia merasa mudah berkomunikasi dengan kalangan masyarakat miskin seperti petani. Dilahirkan di kota kecil Gori, Georgia, Rusia pada tahun 1879. Stalin adalah sosok yang cenderung tidak suka beragumentasi, tukar pikiran pun dirasakannya sebagai sesuatu yang membuang- buang waktu. Baginya kekuasaan dilaksanakan bukan oleh mereka yang memilih an memberikan suara, melainkan oleh mereka yang memerintah. Stalin telah mengubah konsep Lenin mengenai diktator proletariat yang telah menjadi diktator partai, akhirnya menjadi dictator pemimpin dengan tujuan menghalalkan segala cara. Ia berperan sebagai pelopor sosialisme, tanpa menunggu gerakan yang dilakukan kelas buruh serta mempelopori untuk berhasilnya gerakan komunis dunia (Komintern). Stalin memiliki pandangan mengenai sosialisme dengan aliran- alirannya dibagi menjadi tiga aliran yaitu Reformisme, Anarkisme, dan Marxisme.
e. Leon Trotsky (1879-1940)
Adalah seorang Yahudi yang menempati kedudukan penting dalam partai, menjabat urusan luar negeri setelah revolusi, juga urusan perang. Ia dipecat dari partai karena dituduh melakukan hal- hal yang melawan kepenting partai. Akhirnya ia tersingkir dan mengalami pembuangan di Asia Tengah, kemudian ke Turki dan berakhir di Meksiko dengan tragis. Ramalan Trotsky mengenai Stalinisme adalah kelanjutan yang tidak terelakkan dari pertumbuhan konsep- konsep Leninisme dan praktik organisasi.


f. Mao Tse Tung (1893-1976)
Lahir di Hunan pada tahun 1893 berasal dari kalangan keluarga kelas menengah. Mao merupakan salah seorang founding fathers bersama temannya yaitu Chou En Lai dan Chu The. Mao mengakui sebagai penganut Marxis- Leninisme, bahkan bagian penting dari pemikirannya merupakan pandangan Leninisme yang ortodoks. Bagi Mao, teori Marx, Lenin dan Stalin adalah teori yang bisa dipraktekkan dimana- man, keyakinan ini diterjemahkan Mao sebagai penyingkiran terhadap mereka yang antirevolusi. Mao mengemukakan revolusi itu akan berhasil di wilayah pedesaan sebelum di kota- kota, dan di negara terbelakang sebelum di Negara- Negara Industri. Kediktatoran demokrasi rakyat merupakan prinsip ajaran dari Mao apa yang akan dibangun di atas kedaulatan rakyat di RRC. Sumbangan Mao yang istimewa dalam masalah kepartaian ialah dengan menjunjung panji menentang sektarianisme. Mao tidak pernah menganggap revolusi di daratan Cina sebagai gerakan eksklusif, ia meninjaunya dari sudut revolusi proletar dunia secara keseluruhan serta dari sudut perjuangan melawan imperialism. Karyanya adalah The Thoughts of Mao Tse Tung, “Laporan Mengenai Penyelidikan atas Gerakan Petani Yang Berperikemanusiaan” (Report on an Investigation of Peasont Movemen in Human) 1927. Pemikiran Mao terangkum dalam karyanya Api Yang Bisa Membakar Padang Ilalang.

D. Studi Kasus Komunisme
Menjelang akhir Perang Dunia I, rezim Tsar disingkirkan melalui revolusi tak berdarah dalam bulan Maret 1917. Akhirnya Rusia memperoleh kesempatan untukmembentuk lembaga- lembaga demokrasi pertama kalinya dalam sejarah. Mayoritas rakyat Rusia menginginkan politik dan perubahan sosial yang mendasar. Namun, pemerintahan demokrasi yang baru dari Alexander Kerensky tidak berpengalaman dalam menangani masalah- masalah Negara sehingga membuka jalan bagi kaum Bolshevik yang dipimpin oleh Lenin dan Trotsky untuk melakukan subversi dan dengan cepat menghancurkan rezim yang baru itu. Selama masa kekuasaannya, kaum Bolshevik menggunakan tiga cara klasik untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih, yakni melakukan propaganda partai, mengadakan infiltrasi dan kekerasan. Akhirnya Lenin mampu menguasai Rusia.
Kerusakan akibat Perang Dunia II dan kehancuran akibat perang saudara mempersulit pembaharuan sosial yang segera dan apabila konsep prinsip komunis diterapkan dapat menimbulkan kelaparan bagi rakyat Rusia. Lenin kemudian menerapkan konsep Kebijaksanaan Perekonomian Baru (New Economy Policy) yang memperkenankan pemilikan perorangan secara terbatas. Penerapan kebijakan tersebut menyebabkan kapitalisme masuk ke Rusia dan menguasai perekonomian Rusia.
Pada tahun 1928 Stalin merasa sudah tiba waktunya untuk menerapkan prinsip- prinsip komunis dan ia menarik kembali berbagai kelonggaran sementara yang diberikan sebelumnya oaleh Lenin. Stalin memerapkan kolektivitas pertanian agar produksi pertanian menghasilkan lebih besar namun pada akhirnya kolektivitas tersebut memiliki tujuan militer yang penting. Setaelah lebih dari 50 tahun kolektivitas pertanian tersebut diterapkan, petani Rusia tetap teguh menentang komunisme dalam bidang pertanian. Dalam bidang industri, terjadi perkembangan yang pesat dan diarahkan pada kekuasaan atau kekuatan Negara.
Dari seluruh sektor perekonomian Rusia, sektor pelayanan jasa dan perumahan paling diabaikan karena minat rakyat kecil selain itu juga persediaan perumahan selalu langka. Pada sektor pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Rusia telah meluncurkan satelit bumi. Namun, ternyata di Rusia memiliki sratifikasi sosial dimana ada pembagian kelas menurut tingkat pendidikan dan pendapatan yang diperoleh. Setelah Stalin terjadi pergantian pemimpin komunis yang pada akhirnya terjadi kemerosotan perekonomian di Rusia.


PENUTUP
A. Kesimpulan
Gagasan tentang suatu masyarakat tanpa kelas yang sepenuhnya egaliter pertama kali muncul pada masa Yunani Klasik. Yunani Kuno secara kebetulan merupakan Negara pertama di dunia yang mengenal kepemilikan pribadi atas tanah dan memperlakukan tanah tersebut sebagai sebuah komoditas. Dalam Republika, Plato melihat bahwa akar dari perselisihan dan peperangan adalah hak milik. Prinsip- prinsip ideologi komunisme yaitu pertama, yang dimaksud ideologi komunisme ialah sistem politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan berdasarkan ajaran Marxisme- Leninisme. Kedua, ideologi komunisme, khususnya pemikiran pemikiran Marx, memiliki daya pesona yang memberikan ekspresi harapan. Ketiga, agama adalah produk dari perbedaan kelas, selama perbedaan kelas ada maka agama akan tetap ada. Keempat, cara mencapai tujuan dengan radikal, revolusioner dan perjuangan kelas. Kelima, pengendalian segala kebijakan berada di tangan Polit Biro. Adapun tokoh- tokoh penganut ideologi komunisme yakni Karl Marx, Friedrich Engels, Vladimir Ilivh Ulyanov atau Lenin, Joseph Stalin, Leon Trotsky, dan Mao Tse Tung. Rusia, merupakan pusat kegiatan pembaruan untuk menegakkan Negara yang berdasarkan paham Komunis setelah meletusnya revolusi Bolshevik pada tahun 1917.
B. Saran
Komunisme merupakan sebuah ideologi yag memerangi hak milik dan kapitalisme. dari artikel ini, dapat diketahui konsep dan prinsip dari ideologi komunisme. Diharapkan dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis juga pembaca. Penulis mengharapkan kritik serta saran apabila dalam tulisan artikel ini terdapat kelebihan maupun kekurangan.



DAFTAR RUJUKAN

Ø Adisusilo, Sutarjo. 2007. Sejarah Pemikiran Barat. Yogyakarta: Universitas Sanata Darma Press
Ø Ebenstein, William dan Edwin Fogelman. 1987. Isme- Isme Dewasa Ini. Jakarta: Erlangga
Ø Pipes, Richard. 2004. Komunisme Sebuah Sejarah. Yogyakarta: Mata Angin
Ø Suhelmi, Ahmad. 2001. Pemikiran Politik Barat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Ø Syam, Firdaus. 2007. Pemikiran Politik Barat. Jakarta: Bumi Aksara
Ø http://www.wikipedia.com
Ø http://www.google.com
Ø http://www.marxists.org